PENDAHULUAN mendongeng juga memiliki manfaat lain seperti menambah pengetahuhan

PENDAHULUAN

Anak tumbuh dan berkembang tak lepas dari bimbingan dan arahan
orang tua. Ketika anak menyukai suatu hal, itu karena anak mendapat bimbingan
serta dukungan dari orang  tua. Begitu
juga jika anak tidak menyukai suatu hal yang dapat disebabkan kurangnya
dukungan dan dorongan dari orang tua.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Sejak kecil hingga dewasa, semua anak memiliki minat beraneka
ragam, mulai dari menyanyi, bercerita/mendongen, membuat sesuatu, dan lain
sebagainya. Hal ini tidak jauh dari apa yang mereka lihat dan pehatikan sejak
kecil. Jika anak memiliki minat bermusik mungkin karena sejak kecil ia melihat
orang tuanya sering mendengarkan music atau bermain music, jika anak berminta
pada membuat sesuatu mungkin karena orang tuanya gemar membuat sesuatu dari nol
(0), atau mingkin jika anak berminat bercerita itu karena ia melihat orang
tuanya sering menceritakan/mendongeng kepadanya semasa kecil.

Orang tua yang mendongengi anak, baik sebelum tidur atau saat
senggang, umumnya memiliki kedekatan yang lebih baik dibanding mereka yang
tidak meluangkan waktu untuk mendongeng. Dengan orang tua yang meluangkan waktu
kepaa anak, tentu akan terjalin sebuah kedekatan emosional dan psikologikal
yang lebih baik daripada umumya. Semakin sering orang tua mendongeng maka akan
semakin dekat pula hubungan anak dengan orang tua. Selain itu, mendongeng juga
memiliki manfaat lain seperti menambah pengetahuhan serta hiburan bagi anak. Oleh
karenanya, penulis akan membahas kedekatan orang tua dan anak melalui
mendongen.

 

TUJUAN

Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui kedekatan
orang tua dengan anak melalui mendongeng/bercerita.

 

METODE

            Metode yang
dilakukan untuk menyelesaikan karya ilmiah ini ialah metode kuantitatif, yaitu
data yang digunakan berasal dari lisan maupun tulisan. Untuk memenuhi kebutuhan
informasi penulisan karya tulis, penulis melakukan wawancara anak-anak berusia
3-8 tahun sebagai narasumber. Selain itu, sumber lain yang berasal dari buku
maupun internet juga penulis gunakan sebagai bahan referensi dalam penulisan
karya ilmiah.

 

PEMBAHASAN

1.     
Dongeng

Dongeng menurut Huck, Hopler, dan Hickman (Ardini, 2012) merupakan
segala bentuk narasi, baik tertulis maupun lisan, yang diceritakan secara
turun-menurun (all forms of narrative, written, or oral, which have come to
be handed down through the years). 
Menurut Carr Lemon dan Cannadine dongeng adalah cerita peri atau
imajinasi tentang kebaikan yang mengalahkan kejahatan dan keadilan ditegakkan (the
common man’s fairy tale. They are unadorned stories. Folk tales common plots
where good overcomes evil and justice served). Selain itu mendongeng
merupakan kegiatan bertutur dengan intonasi yang jelas, menceritakan sesuatu
yang berkesan, menarik, memiliki nilai-nilai khusus (Hidayati, 2013). Sehingga
dapat dikatakan bahwa dongeng merupakan cerita yang telah ada sejak nenek
moyang, diturunkan dari generasi ke generasi baik secara oral maupun tertulis
dan berisi tentang kemenangan kebaikan atas kejahatan dan mendongeng merupakan
kegiatan bercerita untuk menceritakan suatu hal yang menarik serta memiliki kesan
tersendiri.

Menurut Al-Qudsy, Nurhidayah, dan Nur’aini dalam Pengaruh Dongeng
dan Komunikasi terhadap Perkembangan Moral Anak Usia 7-8 Tahun (Ardini, 2012), mendongeng
memiliki beberapa manfaat, yaitu:

a.      
dapat
mengembangkan daya imajinasi anak,

b.     
dapat
meningkatkan kemampuan berbahasa bagi anak usia dini,

c.      
sebagai
penumbuh dan pengembang nilai-nilai moral dalam diri anak,

d.     
pembentuk
karakter positif dalam diri anak,

e.      
sebagai
penghibur dan penyembuh luka trauma psikologis bagi anak,

f.      
meningkatkan
konsentrasi anak,

g.     
merangsang rasa
ingin tahu anak,

h.     
penumbuh dan
mengembangkan minat baca pada anak,

i.       
merekatkan dan
menghangatkan hubungan antara orang tua dan anak.

Mengembangkan daya imajinasi maksudnya ialah anak dapat memiliki
daya kreatifitas yang tinggi karena kreatifitas dimulai dari memiliki
imajinasi. Kemampuan bahasa meningkat karena sejak dini anak sudah mulai
dikenalkan dengan berbagai kosa kata, baik yang diucapkan orang tua saat
membacakan atau menceritakan sebuah cerita atau saat anak melihat buku yang
dibacakan orang tua.

Dalam menceritakan sebuah cerita, tentu si pencerita akan
menceritakan sebuah kisah yang memiliki nilai positif sehingga si pendengar
menangkap pesan positif tersebut. Nilai-nilai yangtelah ditanamkan sejak dini
ini, meski anak tidak langsung menyadarinya, akan membentuk karakter yang
positif pada anak.

Mendongeng juga dapat menjadi penghibur karena cerita yang diangkat
memiliki unsure yang tidak biasa dalam kehidupan sehingga memberikan kesan
segar. Selain itu, mendongeng atau membacakan cerita dapat mengasah konsentrasi
anak karena anak perlu berkonsentrasi penuh agar dapat menikmati cerita. Usai
mendengarkan cerita, biasanya anak akan bertanya berbagai hal yang berkaitan
maupun tidak berkaitan secara langsung dengan cerita. Sebagai orang tua,
persiapkan perbagai jawaban yang mudah diterima dan masuk akal sehingga anak
tidak keliru dengan jawabana yang diberika.

Seringnya anak terpapar buku atau yang berhubungan dengan itu akan
menumbuhkan ketertarikan anak akan buku. Ini akan berpengaruh pada meningkatnya
minat anak terhadap buku. Orang tua sebaiknya mendukung pertumbuhan minat anak
agar anak tumbuh menjadi bibit cemerlang.

Mendongeng dapat menghangatkan hubungan antara orang tua dengan
anak. Hal ini terjadi karena mendongeng merupakan salah satu bagian komunikasi.
komunikasi terjadi karena adanya kegiatan timbal balik dari si pembicara dan si
pendengar. Manusia sebagai mahluk sosial membutuhkan komunikasi agar tidak
merasa tertinggal atau terasingkan. Komunikasi merupakan alat ampuh dalam
mempererat keharmonisan antarkeluarga, khususnya orang tua dan anak (Dani, 2013).

Komunikasi yang berkelanjutan antara orang tua dan anak merupakan
kondisi yang ideal, akan tetapi dengan semakin canggihnya perkembangan
teknologi komunikasi anatara orang tua dan anak mulai berkurang. Anak kini
mulai sibuk dengan gadget atau media lainnya dan orang tua juga sibuk
dengan gadget dan media lainnya. kesibukan masing-masing ini menyebabkan
berkurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Padahal anak masih perlu
dikontrol oleh orangtua dalam menggunakan dan mengakses teknologi yang
digunakan karena banyaknya tampilan atau informasi yang kurang mendidik
anak-anak (desy ery dani). Selain sibuk
dengan alat komunikasi atau media lain seperti televisi, laptop/komputer,
komunikasi antara orang tua dan anak berkurang karena orang tua lebih
menyerahkan pengaruhan anak kepada perawat. Hal ini akan menyebabkan anak lebih
dekat dengan perawat dan hubungan anak dengan orang tua akan merenggang.

Penyebab merenggangnya hubungan anak dengan orang tua adalah
kurangnya orang tua meluangkan waktu luang untuk bersantai atau membacakan buku
kepada anak. Setelah lelah bekerja, orang tua menginginkan waktu untuk
beristirahat dan akhirnya tidak memberikan waktu luang atau membacakan buku. Orang
tua kurang menyadari bahwa dengan bercerita, mendongeng, atau membacakan buku
terdapat pesan bahwa orang tua mengasihi, perduli, dan memberikan perhatian
kepada anak. Mendongeng atau membacakan buku kepada anak merupakan kegiatan
positif yang dapat mengeratkan hubungan orang tua dan anak dan kegiatan ini
tidak hanya kegiatan untuk menidurkan anak, melainkan meningkatkan kedekatan
ibu dan anak, mengembangkan kemampuan otak anak dan mengoptimalkan perkembangan
psikologis dan kecerdasan emosional (Verawati, 2013).

2.     
Jenis Dongeng
dan Ragam Bacaan

Mendongeng tidak harus dengan cara membacakan buku, tapi dapat juga
dilakukan dengan bercerita kepada anak apa yang terjadi dalam kehidupan
sehari-hari yang dilanjutkan dengan memancing anak untuk bertanya kepada orang
tua. Atau bisa juga dengan orang tua mengarang sebuah cerita tentang hewan atau
manusia yang terselip pesan moral di dalamnya. Dongeng dengan hewan berbicara
dalam kehidupan disebut fabel.

Fabel merupakan binatang yang dapat berbicara dan bertingkah
seperti manusia. Umumnya pesan moral yang diberikan di antaranya agar anak bisa
memahami perasaan binatang atau agar anak memberikan kasih sayang kepada binatang.
Selain untuk memberikan pelajaran untuk menyayangi anak, jenis dongeng ini
untuk menggambarkan perwatakan dan sifat baik dan buruk hewan, contoh kerukunan
semut yang saling menyapa kawanananya dan memiliki ketekunan bekerja yang
tinggi sehingga pada musim hujan mereka memiliki persediaan makan yang cukup.

Selain fabel terdapat pula jenis lainnya yaitu dongeng biasa.
Dongeng ini mengisahkan cerita yang memiliki kisah bermuatan suka dan duka yang
dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi cerita yang menarik dan bermuatan
moral. Dongeng klasik yang biasa di ceritakan ialah seperti dongeng bawang
putih dan bawang merah. Manfaat dari dongeng ini biasanya memiliki kisah
retorika dalam cerita yang dapat ditemukan pada kehidupan sehari hari. Sebagai
contoh rasa saling sayang menyanyi antara sahabat, keluarga dan seluruh
lingkungan yang ada. Dalam dongeng ini kecenderungan kemiripan dengan realita
yang ada memang lebih besar daripada dongeng binatang/fabel.

Ketiga, dongeng lelucon. Dongeng ini lebih banyak memuat cerita-cerita
humor yang menyuguhkan hiburan bagi anak seperti cerita Si Kabayan dari Jawa
Barat yang lugu dan penuh dengan akal dalam kehidupan sehari-hari. Dongen ini
selain sebagai hiburan bisa juga untuk mengajarkan nilai-nilai moral dari
tokoh-tokoh di dalamnya. Pendongeng dalam hal ini harus mampu mengolah cerita
sedemikian rupa agar dongeng tersebut tidak hanya menjadi hiburan semata (Roni, 2011)

Dalam literatur anak mengenal format
(bentuk) dan genre (jenis). Format berkaitan dengan bentuk buku, jumlah halaman,
dan hal-hal fisik dan penyajian, serta target pembacanya yang spesifik. Sedangkan
genre berkaitan dengan jenis tulisan, isi, dan pesan di dalamnya. Untuk semua
umur, genre bisa diberikan. Format
bacaan anak terdiri dari:

a.      
Picture book, cirinya adalah dominasi ilustrasi
dan teks yang sedikit. Jumlah halaman paling banyak 32 halaman dan targetnya
adalah anak-anak usia dini.

b.     
Illustrated book, cirinya adalah teks lebih banyak,
ilustrasi hanya untuk membantu dan melengkapi. Target pembaca adalah anak-anak
TK-SD kelas awal. Illustrated book dapat berisi satu cerita panjang atau
beberapa cerita pendek yang dikumpulkan dalam satu buku. Jenis buku tersebut
biasanya dikenal sebagai Kumcer (kumpulan cerita) atau Kumdong (kumpulan
dongeng).

c.      
Novela, novelet, novel pertama (first
novel), novel transisi, adalah novel pendek untuk peralihan bagi anak
yang biasa baca picbook ke novel yang lebih padat teksnya.
Secara umum untuk anak SD kelas rendah. Halaman jadinya paling banyak 56-64
halaman.

d.     
Novel anak (middle grade novel),
untuk anak lebih besar, biasanya 8 atau 9 tahun ke atas.

e.      
Novel preteen, teen, young
adult, remaja, untuk anak usia 11 tahun ke atas. (Hidayati,
2013)

 

3.     
Hasil Wawancara

Hasil wawancara dengan beberapa anak dengan rentang usia 3-8 tahun
ialah mereka berpendapat bahwa perkembangan teknologi telah memangkas waktu
berkualitas antara anak dan orang tua. Mereka berpendapat baik orang tua dan
diri sendiri sama-sama sibuk dengan gedget satu sama lain sehingga
kurang menjalin kedekatan emosi. Selain itu kegiatan yang dilakukan bersama
orang tua, jika memungkinkan, adalah menonton acara di televise bersama atau pergi
belanja ke mol.

Selain itu, orang tua yang terlalu letih setelah bekerja seharian
enggan untuk meluangkan waktu sejenak untuk menjalin hubungan dengan anak
melalui bercerita atau mendongeng. Mereka lebih memilik istirahat di kamar atau
menonton televisi di dalam rumah. Hal ini menyebabkan anak lebih sering bermain
gadget atau bermain bersama teman sebaya.

Jarangnya orang tua memberikan contoh untuk berteman dengan buku
menyebabkan mereka kurang familiar dengan buku. Mereka lebih familiar dengan game
online dan permainan lainnya di gadget. Tapi saat ditanya format
buku apa yang mereka sukai, mayoritas menjawab menyukai buku dengan ilustrasi
sebagai sajian utama (picture book) dan buku yang memiliki ilustrasi
sebagai pelengkap cerita (illustrated book).

 

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas dapat
disimpulkan bahwa mendongeng dapat mempengaruhi kedekatan hubungan antara orang
tua dan anak. Hal ini terjadi karena orang tua dapat meluangkan waktunya untuk
membacakan cerita atau mendongeng sehingga menjadi waktu berkualitas anata anak
dan orang tua. Orang tua yang meluangkan waktu untuk anak memberikan pesan
bahwa orang tua mencurahkan kasih sayang, perhatian, dan perduli terhadap anak,
kegiatan yang sering dilakukan bersama orang tua akan mengembangkan kemampuan
otak anak dan mengoptimalkan perkembangan psikologis dan kecerdasan emosional.

Jika orang tua bingung atau tidak
tahu bagaimana cara mendongeng yang baik, orang tua dapat memulai dengan
bercerita atau membacakan buku yang berjenis fabel, dongeng yang memiliki nilai
moral, maupun buku berjenis lelucon yang didalamnya memiliki nilai positif.
Selain format buku yang digemari anak-anak adalah buku yang didominasi oleh
ilustrasi (picture book) dan buku yang memiliki ilustrasi sebagai
pelengkap cerita (illustrated book) diantara format buku bacaan anak
lainnya, yaitu novella, novel anak, maupun novel pre-teen.

x

Hi!
I'm Angelica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out