BAB dan jangka panjang, tujuan perusahaan jangka pendek yaitu

BAB
I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.1             
 Latar Belakang

Perusahaan go public yaitu suatu perusahaan yang telah menjual sahamnya kepada
public dan perusahaan tersebut siap
dinilai secara terbuka oleh public.
Tujuan utama dari perusahaan go public  atau yang terdaftar di BEI, yaitu untuk
menghasilkan laba guna meningkatkan kemakmuran pemilik atau pemegang sahamnya
melalui peningkatan nilai perusahaan.

Salah satu sektor yang terdaftar pada
Bursa Efek Indonesia adalah sektor Pertambangan. Sektor pertambangan merupakan
salah satu penopang pembangunan ekonomi suatu negara, karena perannya sebagai
sumber daya energi yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan perekonomian suatu negara.

Sektor pertambangan merupakan sektor
yang cukup menjanjikan bagi Indonesia dimasa depan. Target produksi sektor
pertambangan khusunya batu bara terlihat terus meningkat dari tahun ke tahun.
Meskipun pada tahun 2016 terlihat menurun dari 2015 namun pada tahun 2016
realisasi produksi lebih tinggi daripada target produksi. Pernyataan ini dapat
dinayatakan dalam grafik sebagai berikut :

 

 

 

 

 

Sumber : http://www.apbi-icma.org/global-chart/
(diolah penulis)

Sektor mining(pertambangan) terdiri dari sub sektor coal mining(pertambangan batu bara), sub sektor crude petroleum and natural gas production(minyak
mentah dan produksi gas alam), sub sektor metal
and mineral mineral mining(pertambangan logam dan mineral) dan sub sektor land/stone quarrying(pertambangan
tanah/batu).

Berdirinya perusahaan pasti memiliki
tujuan yang jelas. Tujuan perusahaan dibedakan menjadi dua yaitu jangka pendek
dan jangka panjang, tujuan perusahaan jangka pendek yaitu untuk mendapatkan
laba atau keuntungan, sedangkan tujuan perusahaan jangka panjang untuk
memaksimalkan nilai perusahaan melalui kemakmuran pemegang sahamnya. Prastuti
dan Sudiartha (2016) menyatakan bahwa ketika harga saham tinggi maka kemakmuran
pemegang sahamnya juga semakin tinggi

Memaksimumkan nilai perusahaan disebut
sebagai memaksimumkan kemakmuran pemegang saham yang dapat diartikan juga
sebagai memaksimumkan harga saham biasa dari perusahaan (Harjito dan Martono,
2010: 13).  Perusahaan selalu berusaha
untuk meningkatkan harga per lembar saham karena harga per lembar saham
perusahaan menunjukkan kekayaan pemegang saham. Semakin meningkat kekayaan
pemegang saham semakin meningkat pula nilai perusahaan tersebut. Semakin tinggi
harga per lembar saham, investor akan semakin tertarik untuk membeli saham
tersebut karena diyakini dapat memberikan return
yang besar pula.

Nilai perusahaan adalah presepsi
investor yang sering dikaitkan dengan harga saham karena bagi perusahaan go public nilai perusahaan tercermin
dari harga saham perusahaan. Harga saham yang tinggi membuat investor percaya
bahwa tidak hanya saat ini, namun prospek perusahaan dimasa depan juga bagus. Umumnya
harga saham yang tinggi terjadi ketika perusahaan mempunyai komposisi hutang
yang rendah, karena laba yang dihasilkan secara dominan akan dibagikan kepada
pemegang saham daripada untuk mebayar hutang.

Harjito dan Martono (2012: 256)
menyatakan definisi struktur modal (capital
structure)  adalah perbandingan atau
imbangan pendanaan jangka panjang perusahaan yang ditunjukkan oleh perbandingan
hutang jangka panjang terhadap modal sendiri. Struktur modal berkaitan dengan
pembelanjaan jangka panjang yang digambarkan dengan perbandingan utang jangka
panjang dan modal sendiri (Sudana, 2011: 189).

Perusahaan dengan struktur modal yang
tidak baik akan menjadikan beban berat bagi perusahaan karena terdapat hutang
yang sangat besar dan minimnya modal yang dimilki. Perlu adanya usaha untuk
menyeimbangkan penggunaan kedua sumber dana tersebut sehingga dapat memaksimumkan
nilai perusahaan. Selain itu, perusahaan yang mempunyai hutang yang sangat
besar maka mempunyai biaya hutang yang sangat besar pula sehingga hal tersebut
dapat menurunkan tingkat kepercayaan investor.

Perusahaan dengan struktur modal yang
tinggi mengindikasikan risiko perusahaan yang semakin tinggi pula. Dalam
penelitian ini penulis mengukur struktur modal dengan Debt to Equity Ratio (DER). Perusahaan
dengan rasio DER yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut
mengedepankan penggunaan hutang atau dana eksternal yang digunakan dalam
operasional perusahaan tersebut.

Rasio DER yang semakin kecil menunjukkan
bahwa semakin kecil pula perusahaan dalam menggunakan hutang atau dana
eskternal, artinya perusahaan lebih menyukai pendanaan internal yang berasal
dari modal sendiri. Investor lebih menyukai perusahaan dengan nilai DER yang
rendah, karena dipercaya perusahaan dengan nilai DER yang rendah dapat bertahan
ketika terjadi krisis ekonomi, sebaliknya perusahaan yang memiliki nilai DER
tinggi cenderung bangkrut ketika terjadi krisis eknomi.

Pertimbangan penulis dalam memilih
variabel struktur modal karena masih terdapat adanya ketidakpastian pengaruh
struktur modal terhadap nilai perusahaan. Ketidakpastian tersebut dinyatakan
oleh peneliti Syardiana et al. (2015)
yang memberikan hasil penelitian bahwa struktur modal tidak berpengaruh
signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian lainnya dilakukan oleh Prastuti
et al. (2016) yang memberikan hasil
penelitian bahwa struktur modal berpengaruh signifikan positif terhadap nilai
perusahaan.

 Manoppo dan 
Arie (2016) menyatan bahwa struktur modal berpengaruh signifikan
terhadap nilai perusahaan. Karena belum terdapat kepastian tentang pengaruh
struktur modal dan nilai perusahaan maka variabel struktur modal menjadi
variabel yang dipilih penulis untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. 

Dalam proses memaksimumkan nilai
perusahaan, Investment Opportunity Set (IOS)
merupakan kesempatan untuk membuat investasi di masa depan. Penentuan keputusan
investasi merupakan hal yang sulit dilakukan karena investor cenderung
memperhatikan situasi perusahaan di masa yang akan datang yang tidak mudah
diramalkan karena adanya ketidakpastian di masa yang akan datang.

 Investasi
merupakan penanaman dana yang dilakukan oleh suatu perusahaan ke dalam suatu
asset atau aktiva dengan harapan memperoleh pendapatan di masa yang akan datang
(Harjito dan Martono, 2012: 144). Peluang investasi yang dimiliki perusahaan di
waktu yang akan datang yaitu Investment
Oppurtunity Set (IOS).  Hubungan
antara Investment Opportunity Set dengan
nilai perusahaan merupakan signaling artinya
investor akan memberikan sinyal positif terhadap perusahaan yang memiliki IOS
tinggi karena perusahaan yang memiliki IOS tinggi lebih menjanjikan return di masa depan.

  Investment
Oppurtunity Set (IOS) memberi petunjuk yang lebih luas dimana nilai
perusahaan bergantung pada pengeluaran perusahaan di masa yang akan datang
(Syardiana et al. 2015).  Sehingga prospek pertumbuhan perusahaan dapat
diramalkan melalui Investment Oppurtunity
Set (IOS).  Perusahaan yang memiliki
kesempatan tumbuh tinggi dianggap dapat menghasilkan return yang tinggi pula
(Wiranto dan Rusiti, 2013).

Alasan penulis menggunakan variabel Investment Oppurtunity Set (IOS) yaitu
karena sampai saat ini masih terdapat perbedaan hasil penelitian tentang
pengaruh Investment Oppurtunity Set (IOS)
terhadap nilai perusahaan Sulistiono (2016) memberikan hasil penelitian bahwa Investment Oppurtunity Set (IOS)
berpengaruh signifikan positif terhadap nilai perusahaan.  Penelitian yang dilakukan oleh Yuliani et al. (2012) memberikan hasil bahwa Investment Oppurtunity Set (IOS) tidak
signifikan terhadap nilai perusahaan.

Total aktiva yang dimiliki perusahaan
dapat menunjukkan besar atau kecilnya ukuran perusahaan (Prasturi dan
Sudiartha, 2016). Perusahaan yang memiliki ukuran semakin besar maka perusahaan
tersebut semakin mudah dalam memasarkan sahamnya kepada investor. Investor akan
percaya bahwa perusahaan yang memiliki ukuran lebih besar dapat memnerikan return yang lebih besar pula sehingga
perusahaan mampu memaksimumkan nilai perusahaan.

Penulis mempertimbangkan pemilihan
variabel firm size karena terdapat
perbedaan hasil penelitian sebelumnya. Prastuti (2016) menyatakan bahwa firm size berpengaruh signifikan negatif
terhadap nilai perusahaan. Gultom (2013) menyatakan bahwa firm size tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Siagian et al. (2013) mendapatkan hasil bahwa Investment Oppurtunity Set (IOS) berpengaruh
signifikan positif terhadap nilai perusahaan. 

Berdasarkan uraian diatas, penulis
menggunakan judul ” Pengaruh Struktur Modal, Investment Oppurtunity Set (IOS), Firm  Size Terhadap Nilai
Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

1.2             
 Rumusan Masalah

Berdasarkan
latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah :

1.     
Apakah Struktur
Modal berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan sektor pertambangan  yang terdaftar di BEI ?

2.     
Apakan Investment Oppurtunity Set (IOS)
berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan sektor pertambangan yang
terdaftar di BEI ?

3.     
Apakah Firm Size berpengaruh positif terhadap
nilai perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI ?

1.3             
Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka
tujuan dari penelitian ini adalah :

1.     
Untuk menguji
pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan sektor pertambangan yang
terdaftar di BEI.

2.     
Untuk menguji
pengaruh Investment Oppurtunity Set (IOS)
terhadap nilai perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI.

3.     
Untuk menguji
pengaruh Firm Size terhadap nilai
perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI.

 

 

1.4             
 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut
:

1.     
Manfaat Teoritis

Hasil dari penelitian
ini diharapkan dapat menjadi penerapan teori manajemen keuangan dengan
mengindentifikasi pengaruh struktur modal, Investment
Opportunity Set, firm size terhadap nilai perusahaan sektor pertambangan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

2.     
Manfaat Praktis

a.      
Bagi Peneliti

Sebagai sarana penulis
dalam menerapkan teori tentang pengaruh struktur modal, Investment Opportunity Set, firm size terhadap nilai perusahaan
sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

b.     
Bagi Investor

Memberikan informasi
kepada investor tentang pengaruh struktur modal, Investment Opportunity Set, firm size terhadap nilai perusahaan
sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

c.      
Bagi Perusahaan

Membantu perusahaan
dalam menguji variabel yang mempengaruhi nilai perusahaan yaitu struktur modal,
Investment Opportunity Set, firm size terhadap
nilai perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI).

 

1.5             
 Ruang Lingkup Penelitian

1. Sektor pertambangan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

2. Sektor Pertambangan
yang secara konsisten menerbitkan laporan keuangan auditan dan dinyatakan dalam
satuan Rupiah selama periode tahun penelitian 2012-2016.

x

Hi!
I'm Angelica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out