BAB berbayar: 1. Masyarakat dapat memahami kebijakan yang di

BAB
I

 

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

BAB
I

 

PENDAHULUAN

 

 

1.1             
Latar
belakang

 

Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses
produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Indoneisa merupakan
urutan ke-dua penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan
kebiasaan masyarakat Indonesia memakai plastik dalam kegiatan sehari-hari
sehingga menyebabkan meningkatnya sampah plastik.  Adapun solusi yang di tawarkan oleh pihak
pemerintah yaitu membuat kantong plastik berbayar dan menyaran untuk membawa
tas belanja sendiri dari rumah agar menghemat biaya pembelian kantong plastik
saat berbelanja serta dapat menurunkan jumlah sampah plastik.

 

1.2             
Rumusan
masalah

 

Beberapa rumusan masalah
dalam pembuatan makalah pro atau kontra penerapan kebijakan plastik berbayar:

1.
Apakah kebijakan pemerintah tentang menerapkan plastik berbayar sudah tepat?

2.
Bagaimana reaksi masyarakat terhadap penerapan plastik berbayar?

3.
Solusi apa yang diambil pemerintah jika penerapan plastik berbyar gagal
dilakukan?

 

1.3             
Tujuan

 

Beberapa tujuan dalam pembuatan makalah
pro atau kontra penerapan kebijakan plastik       berbayar:

1.     
Masyarakat dapat memahami
kebijakan yang di buat pemerintah tentang kantong plastik berbayar.

2.      Dampak
buruk penggunaaan kantong plastik dalam kegiatan sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

 

BAB
II

 

PEMBAHASAN

 

 

 

2.1             
Penerapan
Kebijakan Kantong Plastik

 

            Berbicara
mengenai sampah di Indonesia bagaikan polemik yang tak kunjung habisnya,
pasalnya di tengah kepadatan penduduk di Indonesia yang mencapai 250 juta menimbulkan
masalah sampah yang berbanding lurus, berdasarkan fakta dan data yang ada,
semakin banyaknya konsumsi masyarakat membuat Indonesia berada di barisan
terdepan kedua sebagai penghasil sampah plastik terbanyak ke laut setelah
Tiongkok. Hal ini bisa disebut sebagai bom waktu bukan hanya bagi Indonesia
melainkan dunia. 

Menurut
penelitian, sampah plastik sulit terurai dan dapat meracuni tanah serta merusak
ekosistem bahkan butuh waktu 400 tahun lebih untuk mengurainya. Tentu saja hal
ini juga membuat pemerintah tidak tinggal diam, terbukti mengutip dari Surat
Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/PSLB3-PS /2016
Tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar telah
diterbitkan. Isinya adalah regulasi yang mengatur bahwa setiap kantong plastik
saat berbelanja harus dibayar Rp 200,- oleh konsumen.

 

2.2             
Pro atau Kontra Penerapan Kebijakan Kantong Plastik
Berbayar

Pada kenyataannya
penerapan kebijakan kantong plastik berbayar sebenarnya bukan kebijakan yang
efektif karena beberapa orang menganggap bahwa Rp. 200.- itu terlalu mahal
sehingga mereka merelakan membayar daripada membawa tas belanja sendiri karena
masyarakat sudah terbiasa memakai kantong plastik. Kebijakan kantong plastik
berbayar diterapkan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik yang selama ini
menjadi salah satu sampah terbanyak. Adanya kebijakan tersebut dapat
meningkatkan kesadaraan masyarakat akan bahayanya  penggunaan plastik sehingga dapat beralih
membawa tas belanja sendiri. Hal itu juga dapat mengurangi dampak buruk dari
penumpukan sampah plastik.

Pemakaian kantong
plastik secara terus-menerus memiliki dampak buruk bagi kesehatan dan
lingkungan. Dampak buruk bagi kesehatan yaitu dapat menyebabkan kanker,
mengganggu kesehatan sistem saraf, meningkatnya potensi depresi, pembengkakan
hati, radang paru,dll. Dampak buruk bagi lingkungan yaitu dapat mengakibatkan
banjir, menurunkan tingkat kesuburan tanah, meracuni makhluk hidup karena jika
seekor hewan memakan plastik tersebut dan akhirnya mati maka hewan itu akan
menjadi bangkai sedangkan plastik tersebut tidak bisa terurai, hal itu yang
dapat meracuni makhluk lainnya,dll.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
3 PENUTUP

 

 

3.1 Simpulan

 

            Mekanisme
penerapan kantong plastik berbayar sudah di terapkan di beberapa kota besar dan
sesuai dengan himbauan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hal ini
membuat masyarakat sekitar sulit untuk beradaptasi karena kebiasaan masyarakat
menggunakan kantong plastik untuk kegiatan sehari-hari. Sedangkan harga kantong
plastik yang diterapkan Rp. 200/kantong. Kebijakan tersebut menjadi kurang
efektif karena seharusnya bukan kantong plastik berbayar yang diterapkan tetapi
menyadarkan masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik sehingga jumlah
plastik yang beredar dapat berkurang. Penyaluran hasil kantong plastik berbayar
juga belum jelas sehingga masyarakat ragu untuk memakai plastik berbayar.

 

3.2
Saran

 

            Kebijakan
kantong plastik berbayar dapat diterapkan jika pemerintah memberikan penjelasan
lebih terpe            rinci kepada
masyarakat tentang penyaluran hasil kantong plastik berbayar. Pemerintah juga
dapat menjelaskan secara terperinci peraturan Menteri LHK tentang kebijakan
kantong plastik tidak gratis. Kebijakan tersebut dianggap efektif jika melakukan
peniadaan penggunaan kantong plastik dibandingkan dengan kantong plastik
berbayar yang ujungnya akan menimbulkan sampah plastik juga.

 

 

 

1.1             
Latar
belakang

 

Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses
produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Indoneisa merupakan
urutan ke-dua penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan
kebiasaan masyarakat Indonesia memakai plastik dalam kegiatan sehari-hari
sehingga menyebabkan meningkatnya sampah plastik.  Adapun solusi yang di tawarkan oleh pihak
pemerintah yaitu membuat kantong plastik berbayar dan menyaran untuk membawa
tas belanja sendiri dari rumah agar menghemat biaya pembelian kantong plastik
saat berbelanja serta dapat menurunkan jumlah sampah plastik.

 

1.2             
Rumusan
masalah

 

Beberapa rumusan masalah
dalam pembuatan makalah pro atau kontra penerapan kebijakan plastik berbayar:

1.
Apakah kebijakan pemerintah tentang menerapkan plastik berbayar sudah tepat?

2.
Bagaimana reaksi masyarakat terhadap penerapan plastik berbayar?

3.
Solusi apa yang diambil pemerintah jika penerapan plastik berbyar gagal
dilakukan?

 

1.3             
Tujuan

 

Beberapa tujuan dalam pembuatan makalah
pro atau kontra penerapan kebijakan plastik       berbayar:

1.     
Masyarakat dapat memahami
kebijakan yang di buat pemerintah tentang kantong plastik berbayar.

2.      Dampak
buruk penggunaaan kantong plastik dalam kegiatan sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

 

BAB
II

 

PEMBAHASAN

 

 

 

2.1             
Penerapan
Kebijakan Kantong Plastik

 

            Berbicara
mengenai sampah di Indonesia bagaikan polemik yang tak kunjung habisnya,
pasalnya di tengah kepadatan penduduk di Indonesia yang mencapai 250 juta menimbulkan
masalah sampah yang berbanding lurus, berdasarkan fakta dan data yang ada,
semakin banyaknya konsumsi masyarakat membuat Indonesia berada di barisan
terdepan kedua sebagai penghasil sampah plastik terbanyak ke laut setelah
Tiongkok. Hal ini bisa disebut sebagai bom waktu bukan hanya bagi Indonesia
melainkan dunia. 

Menurut
penelitian, sampah plastik sulit terurai dan dapat meracuni tanah serta merusak
ekosistem bahkan butuh waktu 400 tahun lebih untuk mengurainya. Tentu saja hal
ini juga membuat pemerintah tidak tinggal diam, terbukti mengutip dari Surat
Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/PSLB3-PS /2016
Tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar telah
diterbitkan. Isinya adalah regulasi yang mengatur bahwa setiap kantong plastik
saat berbelanja harus dibayar Rp 200,- oleh konsumen.

 

2.2             
Pro atau Kontra Penerapan Kebijakan Kantong Plastik
Berbayar

Pada kenyataannya
penerapan kebijakan kantong plastik berbayar sebenarnya bukan kebijakan yang
efektif karena beberapa orang menganggap bahwa Rp. 200.- itu terlalu mahal
sehingga mereka merelakan membayar daripada membawa tas belanja sendiri karena
masyarakat sudah terbiasa memakai kantong plastik. Kebijakan kantong plastik
berbayar diterapkan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik yang selama ini
menjadi salah satu sampah terbanyak. Adanya kebijakan tersebut dapat
meningkatkan kesadaraan masyarakat akan bahayanya  penggunaan plastik sehingga dapat beralih
membawa tas belanja sendiri. Hal itu juga dapat mengurangi dampak buruk dari
penumpukan sampah plastik.

Pemakaian kantong
plastik secara terus-menerus memiliki dampak buruk bagi kesehatan dan
lingkungan. Dampak buruk bagi kesehatan yaitu dapat menyebabkan kanker,
mengganggu kesehatan sistem saraf, meningkatnya potensi depresi, pembengkakan
hati, radang paru,dll. Dampak buruk bagi lingkungan yaitu dapat mengakibatkan
banjir, menurunkan tingkat kesuburan tanah, meracuni makhluk hidup karena jika
seekor hewan memakan plastik tersebut dan akhirnya mati maka hewan itu akan
menjadi bangkai sedangkan plastik tersebut tidak bisa terurai, hal itu yang
dapat meracuni makhluk lainnya,dll.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
3 PENUTUP

 

 

3.1 Simpulan

 

            Mekanisme
penerapan kantong plastik berbayar sudah di terapkan di beberapa kota besar dan
sesuai dengan himbauan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hal ini
membuat masyarakat sekitar sulit untuk beradaptasi karena kebiasaan masyarakat
menggunakan kantong plastik untuk kegiatan sehari-hari. Sedangkan harga kantong
plastik yang diterapkan Rp. 200/kantong. Kebijakan tersebut menjadi kurang
efektif karena seharusnya bukan kantong plastik berbayar yang diterapkan tetapi
menyadarkan masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik sehingga jumlah
plastik yang beredar dapat berkurang. Penyaluran hasil kantong plastik berbayar
juga belum jelas sehingga masyarakat ragu untuk memakai plastik berbayar.

 

3.2
Saran

 

            Kebijakan
kantong plastik berbayar dapat diterapkan jika pemerintah memberikan penjelasan
lebih terpe            rinci kepada
masyarakat tentang penyaluran hasil kantong plastik berbayar. Pemerintah juga
dapat menjelaskan secara terperinci peraturan Menteri LHK tentang kebijakan
kantong plastik tidak gratis. Kebijakan tersebut dianggap efektif jika melakukan
peniadaan penggunaan kantong plastik dibandingkan dengan kantong plastik
berbayar yang ujungnya akan menimbulkan sampah plastik juga.

 

x

Hi!
I'm Angelica!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out